8 Mei 2012

Mengkritisi Pemahaman “Islam” Liberal (Menyingkap Akar Kerancuan Pemikiran Irshad Manji)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 



Liberal, yang bermakna bebas, adalah sebuah kata yang sebetulnya tidak cocok disandarkan kepada Islam, sebab Islam itu sendiri bermakna tunduk dan patuh kepada Allah tabaraka wa ta’ala, berserah diri kepada-Nya, yang berarti tidak bebas melakukan berbagai hal dalam kehidupan ini tanpa terikat dengan ketentuan-ketentuan sang pencipta; Allah Rabbul’alamin. 

Jika dinalar dengan logika yang sehat pun, makna Islam seperti di atas maka insya Allah sama sekali tidak akan bertentangan dengan akal yang sehat, sebab akal yang sehat dapat memahami bahwa manusia dan seluruh alam ini adalah ciptaan Allah subhanahu wa ta’ala dan selalu butuh kepada-Nya, maka sudah sepatutnya seluruh makhluk tidak menyombongkan diri dengan menolak ketentuan-ketentuan sang pencipta; Allah jalla wa ‘ala. 

Akan tetapi, jika akal manusia telah rusak, baik sadar maupun tidak sadar, maka logika di atas dapat terbalik seratus delapan puluh derajat. Namun itulah yang terjadi apabila seseorang menganut paham liberal, bebas tak terikat dengan ketentuan-ketentuan apapun juga. Menariknya, kebanyakan pelopor paham liberal adalah orang-orang yang pernah belajar “islam” di dunia barat yang notabene didominasi oleh non muslim, sehingga “wajar” jika kemudian pandangan-pandangan mereka selalu tidak ingin terikat dengan Islam. 

Sebagai bukti, mereka yang berpaham liberal pada akhirnya sampai pada suatu kesimpulan bahwa (sepanjang yang kami teliti, dua poin berikut adalah pangkal kekafiran mereka): 
Tidak ada yang bisa mengklaim bahwa Allah ta’ala, yang disembah oleh umat Islam, sebagai satu-satunya yang layak disembah sedangkan yang lain salah. 
Semua agama sama, baik Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan lain sebagainya. Tidak boleh seorang pun mengklaim agamanya saja yang benar sedangkan yang lain salah. 

7 Mei 2012

Matahari Berputar, Bumi Diam

Ditulis Oleh Abu Fahd Fuad bin Mukiyi   

Termasuk dari musibah yang menimpa kaum muslimin di zaman sekarang ini adalah di masukkannya aqidah rusak yang di ambil orang-orang kafir, melalui berbagai cara untuk membuat generasi kaum muslimin ragu dari perkara yang jelas dari agama mereka. Dan salah satu dari pemikiran rusak tersebut adalah tentang tetapnya (diam) matahari dan berputarnya bumi yang di ambil dari pendapat orang-orang kafir.

بسم الله الرحمن الرحيم

Muqoddimah
الحَمْدُ لِله حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، أَما بَعْدُ:

Berkata Nabi shallallahu ‘alayhi wa sallam:
لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ يَوْمٌ أَوْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ

“Tidaklah datang kepada kalian hari atau zaman kecuali setelahnya lebih jelek.”

[HR. Al-Bukhori (no.6657) Ahmad (no.12838) dari Anas radhiyAllohu 'anhu]


5 Mei 2012

Cukup Bagimu Untuk Meninggalkan Aliran Sesat NII

Cukup Bagimu Untuk Meninggalkan Aliran Sesat NII Terutama KW IX

Oleh : Abu Ibrahim ‘Abdullah bin Mudakir al-Jakarty

Maraknya aliran-aliran sesat di negeri ini adalah sebuah fenomena yang sangat memprihatinkan, dan tak sedikit dari kaum muslimin yang menjadi korban kesesatan mereka. Di antara aliran sesat yang sangat meresahkan yang akhir-akhir ini marak adalah NII (Negara Islam Indonesia) KW IX yang dipimpin oleh Abu Toto Panji Gumilang. Dan di samping itu, sebagian media masa memberitakan atau menampilkan orang-orang NII yang berpenampilan berjenggot atau istrinya bercadar dan yang semisalnya, serta terkesan tidak menjelaskan bahwa yang namanya NII itu bukan identik dengan orang yang berjenggot, atau bercadar dan semisalnya. Karena hal itu adalah bagian dari ajaran Islam bukan ciri dari NII atau terorisme. Akhirnya, dampak dari kesan tersebut banyak dari kaum muslimin yang menjadi salah paham atau merasa takut dan curiga terhadap orang-orang yang berusaha menjalankan agama ini dengan baik. Sedangkan NII sendiri adalah sebuah pemikiran sesat yang teroganisir secara rapi.

Sebelum kita membahas kesesatan NII KW IX ada baiknya bagi kita untuk mengetahui kenapa banyak aliran-aliran sesat di negeri ini dan banyak dari kaum muslimin yang mengikutinya.

Sebab-sebab banyaknya aliran sesat di Indonesia, di antaranya :

3 Mei 2012

BIARKAN KU MELAWAN MEREKA….

Sebuah perlawanan dengan menyingkap kesesatan, kenistaan, kebusukkan, kedzoliman, kejahatan dukun dan para tukang sihir

Oleh : Abu Ibrohim Abdulloh Bin Mudakir Al-Jakarty

Tersebarnya dukun dan tukang sihir di berbagai penjuru indonesia dengan berbagai tampilan, corak dan kedok membuat para muwahid dan para pejuang dan da’i tauhid prihatin. Bagaimana tidak prihatin….., Siapa yang ridho . Alloh, Rabb kita dilecehkan dengan perbuatan kekufuran dan kesyirikan mereka. Siapa yang ridho agama kita diinjak-injak dengan perbuatan kekufuran dan kesyirikan mereka, siapa yang ridho kaum muslimin dirusak aqidah dan tauhid mereka oleh propaganda sesat mereka, siapa yang ridho dengan seenaknya mereka menyantet, menyihir kaum muslimin, siapa ridho harta -harta kaum muslimin diambil secara bathil dalam praktek perdukunan dan persihiran mereka, siapa yang ridho kekufuran dan kesyirikan perbuatan sihir, mereka anggap suatu hal yang biasa, siapa yang ridho kekufuran dan kesyirikan perbuatan sihir dijadikan hiburan kaum muslimin, siapa yang ridho kekufuran sihir dijadikan alternatif pengobatan kaum muslimin, siapa yang ridho orang bejat lagi busuk dengan perbuatan kekufuran dan kesyirikan sihir mereka dijadikan rujukan dalam masalah – masalah kaum muslimin……

Jawablah wahai saudaraku ……

jawablah wahai para muwahid …..

jawablah wahai pada dai ……

jawablah wahai para penuntut ilmu ….

1 Mei 2012

Kesesatan Slogan ” Cinta Ditolak Dukun Bertindak “

Oleh : Abu Ibrohim Abdullah Bin Mudakir Al – Jakarty

Cinta ditolak dukun bertindak, ternyata bukanlah sekedar slogan apalagi sekedar asbun asal bunyi, ternyata emang ada kenyataannya, walaupun terkadang hanya bahan lelucon dan asbun dari celotehan anak muda. Tapi emang ada kenyataannya … kok..!! mau tahu ?!

Bermula bertemunya dua insan jahat, satu seorang pemuda yang merasa sakit hati karena cintanya ditolak dengan kejahatan jiwanya ingin menyakiti cewek yang menolaknya, satu si pemuja dan penyembah syaithan karena fulus dan tujuan atau keuntungan lainnya ngga segan untuk mendzolimi orang lain, akhirnya terjadilah apa yang terjadi dengan izin Allah, korban penyantetan dan pemeletan pun bertambah.

Slogan “cinta ditolak dukun bertindak” bukan sekedar slogan tapi slogan yang berbahaya, terbukti ada yang menjadikannya prinsip hidup …… naudzubilah.. kenyataannya berapa banyak orang jadi korban penyantetan dan pemeletan karena cinta ditolak, saya pun mengetahui dan melihat kisah nyatanya. Maka dari itu perlu dijelaskan kesesatannya supaya hati yang mengingatnya tidak tergelitik oleh syaitan untuk melakukannya… naudzubillah… ada beberapa sisi kesesatan slogan ini diantarannya: